Wow Mantap nih Memanfaatkan Hasil Pelatihan Untuk Berkarya

Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri memiliki salah satu produk olahan makanan yang berbahan dasar Labu Madu. Ya, makanan olahan tersebut adalah lapis legit yang diproduksi langsung oleh salah satu warga Desa Titik. Rinawati, perempuan inilah yang mengawali usaha olahan makanan ini di Desanya.

Bukan tanpa sebab Rina mendirikan usaha dibidang pangan didesanya, ia mengaku bila ia pernah mendapatkan pelatihan pembuatan kue oleh dinas terkait pemerintah Kabupaten Kediri. “4 tahun yang lalu, setelah ikut pelatihan. Saya langsung coba buat sendiri,” terang Rina pada Jawa Pos Radar Kediri. Ia juga menjelaskan bila ia mengarah ke kue lapis legit karna ia pernah tinggal di Palembang. “Dari pelatihan, saya coba ke kue lapis legit. Yang kebetulan pernah saya buat di Palembang,” terang wanita 2 anak ini. Juga ia jelaskan bila ia tidak ingin pelatihan yang pernah ia ikuti terbuang sia-sia.

Punya Ikan Koi? nih Cara Memberi Makan Ikan Koi

Bagi wanita 37 tahun ini, membuat kue lapis legit merupakan hal yang termasuk sulit. “Lihat saya ada berapa lapis dalam satu potongnya. Membuat laipsan-lapisan itu yang butuh kesabaran,” terangnya sambuil tersenyum. Juga ia jelaskan bila dalam pembuatan lapis legit ia dibantu oleh 2 orang warga Desa Titik lainnnya

“Karna kami masih menjual berdasarkan pesanan, jadi produksi tidak setiap hari,” ujarnya. Juga ia jelaskan bila pesanan lapis legit hanya dalam jumlah sedikit, maka ia kerjakan sendiri. Namun bila pesanan dalam jumlah besar, ia memanggil kedua karyawannya. Perempuan yang aktif dalam kegiatan PKK ini juga menjelaskan bila lapis legit buatannya berbeda dengan produk lainnya. “Kami menggunakan labu madu ya, jadi nggak semua pakai tepung,” imbuhnya.

Pemasaran produknya sendiri, Rina mengaku dari mulut kemulut hingga online melalui jejaring sosial Facebook. “Kami juga ada yang dititipkan di pusat oleh-oleh Kawasan Patimura Kediri,” paparnya.

Membuat produk lokal yang mampu bertahan ssampai 2 minggu ini bagi Rinawati juga dijumpai kendala. “Permintaan pasar banyak, namun kendala di waktu. Karna anak-anak masih kecil-kecil,” imbuhnya. Ia juga menjelaskan ada proses sendiri yang tidak bisa ia serahkan sepenuhnya kepada karyawannya. (c2)

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>