Kubah Masjid An’nur Kota Batu

Masjid Agung An-Nur ini merupakan sebuah bangunan masjid yang berada di kawasan wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Masjid batu ini merupakan masjid termegah dengan bangunan Kubah Masjid yang berdiri sangat megah,dan merupakan masjid terbesar yang ada di Kota Batu,yang mana masjid ini sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda ini dan juga pernah dipuji oleh para wisatawan karena fasilitas fasilitasnya yang dinilai sangat komplit,dan tentunya sangat ramah dengan para wisatawan – wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Batu. Masjid Agung An-Nur ini pertama kali didirikan pada tahun 1920 di atas tanah wakaf dan juga telah beberapa kali mengalami renovasi baik dalam skala kecil maupun skala besar.

.

Kubah Masjid An'nur Kota Batu

Beberapa fasilitas yang ada di masjid agung kota Batu ini mempunyai nilai yang begitu tinggi, yang mana fasilitas yang ada di masjid ini mendapat apresiasi dan juga respon yang sangat positif dari wisatawan diantaranya adalah Rest Area yang sengaja dibangun terpisah dari bangunan utama masjid sehingga mereka yang sedang beristirahat disana tidak mengganggu aktivitas peribadatan di ruangan utama masjid.

Masjid ini juga dilengkapi juga dengan fasilitas charge hp atau camera, dengan tambahan ruangan yang terdapat sebuah lemari kecil dengan slot laci lemari yang berukuran kecil berpintu cukup untuk meletakkan hape/atau kamera yang di charge dan kuncinya bisa dibawa kemana mana. ditambah lagi dengan fasilitas pemandian umum yang bersih dan nyaman. Asiknya lagi juga tersedia air hangat di pemandian di masjid ini.

.

Masjid Agung An-Nur Kota Batu ini berdiri di sebelah utara Alun Alun Kota Batu, dan terpisah sekitar 1.6 km dari kantor walikota Batu, maklum karena memang masjid dan alun alun kota Batu ini telah lebih dulu berdiri jauh sebelum kota batu diresmikan sebagai Daerah Otononom sebagai sebuah kota Mandiri.

Masjid agung kota Batu ini juga dilengkapi dengan salah satu bangunan menara yang menjulang tinggi dan berada di bagian sisi tenggara bangunan masjid dan sisi selatannya juga terdapat gedung perpustakaan masjid. Sederetan anak tangga di tempatkan di sisi depan masjid yang menghadap ke jalan Raya Kota Batu,yang berfungsi sebagai akses bagi jamaah yang hendak menuju ke ruang utama masjid.

Jejeran pilar pilar yang terbuat dari bahan beton dengan bentuk bundar ini menghiasi bagian luar masjid annur Batu,dan tentunya pilar-pilar tersebut mempunyai ukuran yang sangat besar dan tinggi,yang mana mendominasi pada bagian sisi tampilan yang tampak dari luar bangunan masjid ini.

Jejeran pilar seperti ini dikenali sebagai salah satu ciri bangunan-bangunan bergaya yang berada di kawasan benua Eropa. Ciri khas masjid Nusantara ini masih melekat ketika anda berkunjung ke masjid agung Kota Batu ini yang mana pada dasarnya berupa struktur atap yang berupa atap Joglo bersusun tiga.

Tiga buah tumpukan atap masjid ini juga tidak pernah dirancang sejajar satu dengan lainnya melainkan bersilangan satu dengan lainnya menghasilkan atap masjid yang mana masing-masing mempunyai denah seperti bintang delapan bila dilihat dari udara.

Bentuk atap tumpang bersilangan seperti ini dapat dijumpai di juga Masjid Said Naum Jakarta Pusat. Segi delapan ini sangat dikenali sebagai salah satu simbol dunia Islam baik lokal maupun secara Mancanegara, sekaligus juga sebagai sebuah simbol delapan arah mata angin yang mana mengisyaratkan bahwa ajaran Islam ini akan  menebarkan rahmat bagi seluruh alam dan semua umat manusia.

Kubah Masjid An'nur Kota Batu

Di puncak tertinggi atap Masjid ini juga dilengkapi dengan sebuah kubah bewarna hijau dengan selingan warna kuning cerah. Kubah sendiri merupakan salah satu ciri bangunan masjid yang dikenal secara universal pada sebuah bangunan Masjid.

Pilar pilar tinggi dan besar di masjid ini juga mengingatkan kita pada bentuk pilar di yang ada Masjid Agung Pati yang mana pilar-pilar masjid agung Pati ini dirancang oleh Prof. Muhammad Nu’man. Pilar pilar dengan bentuk nyaris serupa juga digunakan di Masjid The Foundation of Islamic Center of Thailand, Kedua Masjid yang disebut belakangan ini dibangun tidak jauh lebih dahulu sebelum Masjid Agung Kota Batu.

Sentuhan bangunan masjid bergaya Usmaniyah (Muslim Eropa / Turki) sangat terasa saat di dalam masjid dan memandang tembok masjid yang massif dan tinggi dengan jendela jendela kaca berukuran besar. Sebuah mimbar kayu berukir sangat indah ditempatkan di ruang mihrab yang juga dihias dengan seni kaligrafi dari ukiran kayu yang sangat khas. Akan sulit bagi anda untuk menemukan mimbar berukir seperti ini di masjid masjid di luar Indonesia.

Masjid Agung Kota Batu yang kini berdiri bukanlah bangunan masjid pertama di tempat tersebut. Kota Batu sudah memiliki Masjid Agung Sejak Abad ke 17, sebuah masjid berkubah besar tanpa menara memiliki kemiripan dengan masjid masjid di tanah melayu Sumatera.

Menyimak sebuah foto masa lalu masjid Agung Koita Batu ini mempunyai tingkat kemiripoan yang sangat mendekati dan sangat presisi dengan Masjid Azizi di Kota Langkat, lalu juga ditemukabn pada Masjid Raya Sulaimaniyah di Deli Serdang ataupun Masjid bisa juga bangunan masjid Al Osmani yang semuanya berada di Sumatera Utara. Hanya saja bangunan Masjid dari abad ke 17 tersebut sudah tak berbekas, berganti dengan Masjid megah yang kini berdiri sangat kokoh

Dalam pelaksanaannya, menara masjid agung Kota Batu ini dibangun tidak lagi di tempat semula, namun akan tetapi berada di sebelah utara. Lalu,kemudian untuk memperluas daya tampung jamaah yang semakin meningkat sejak peristiwa 1965, dibangun pula serambi bertingkat yang diperkirakan akan dapat menampung hingga 5000 jamaah. Proses pembangunan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 1971.

Lalu selang beberapa waktu mecuat wacana jika akan membangun kembali menara yang dahulunya sempat rusak. Keinginan tersebut baru dapat direalisasikan mulai tanggal 10 Agustus 1967 dengan pembentukan Biro Pembangunan Masjid Besar Kodya Kota Malang dengan ketuanya Walikota Malang pada masa itu.

Sebuah kejadian naas pernah mewarnai bangunan masjid agung kota Batu ini,yang mana  terkena musibah banjir bandang,yang mana Pada terjangan banjir ini yang terjadi pada tahun 1998 silam. Akibatnya masjid agung Kota Batu ini  mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dan juga menandakan bahwa bencana yang disebabkan ini akibat hujan deras yang terjadi selama 4 hari berturut-turut khusus nya di wilayah Kota Batu saja,banjir hebat tersebut telah merusak bagian utama masjid saja,dan  juga secara signifikan mempengaruhi pemikiran tentang kelayakan bangunan masjid pada waktu itu.

Akibat banjir tersebut,aktivitas masyarakat kota Batu pun mati total dan hal semacam ini juga membuat jalannya ke pemerintahan Kota Batu  terganggu dan terisolir hingga beberapa minggu. Apalagi kemudian, banjir juga menghancurkan rumah kediaman walikota Batu pada waktu itu.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>