Perbedaan yang Di Timbulkan Oleh Alur Laras Senapan Angin

Perbedaan yang Di Timbulkan Oleh Alur Laras Senapan Angin

Alur Laras Senapan Angin – Apabila dilihat secara kasat mata memang perbedaan antara senapan angin yang mempunyai alur laras 8, 9, 10 atau 12 tidak terlihat dengan jelas. Namun informasi yang selama ini beredar di kalangan masyarakat awam, asalkan laras dari senapan angin mempunyai alur laras yang memutar 1 lingkaran jika dilihat langsung dari box peluru (chember) dimana kondisi gerendal terlepas dari senapan, maka berarti senapan angin ini sudah mempunyai kualitas cukup baik untuk digunakan.

Perbedaan yang Di Timbulkan Oleh Alur Laras Senapan Angin

Namun pada kenyataannya ada banyak sekali perbedaan yang ditimbulkan oleh laras senapan dengan jumlah alur laras yang berbeda. Berikut di bawah ini ulasan selengkapnya.

  1. Laras alur 8, senapan angin ini berbeda dengan senapan yang mempunyai alur 12, perbedaannya adalah pada jarak jangkau peluru serta lubang peluru yang akan dihasilkan. Hal ini karena alurnya 8 maka untuk peluru yang akan dikeluarkan dari laras senapannya otomatis bersegi 8 dan jika misalnya terkena sasaran maka bisa menghasilkan lubang yang jauh lebih besar daripada peluru yang telah di lesatkannya.

Sedangkan untuk soal akurasinya, senapan tersebut meggunakan akurasi yang kurang bagus untuk menembak sasaran dari jarak jauh apabila dibandingkan dengan senapan yang mempunyai alur 12. Mengapa demikian? Sebab alur laras senapan yang sedikit tentu akan membuat gaya gesek yang telah terjadi antara peluru dengan laras  jauh lebih besar jika dibandingkan dengan alur laras 12 sehingga untuk jarak jangkau dari tembakannya akan lebih pendek daripada senapan angin yang beralur 12.

  • Laras alur 9, sebenarnya senapan angin ini hampir sama dengan senapan angin yang mempunyai laras beralur 8. Sebab, lubang bukaanya pun juga hampir sama. Tetapi laras ini mempunyai kelebihan dimana daya tembus pelurunya jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan laras yang beralur 8. Ini karena alur yang ada di dalam laras senapan lebih rapat daripada laras yang beralur 8.
  • Laras alur 12, laras senapan angin yang mempunyai aluar laras berjumlah 12 ini bisa dibilang mempunyai alur yang sempurna. Hal ini karena senapan dengan jumlah alur 12 ini mampu untuk menghasilkan akurasi yang sangat hebat dan jarak jangkau yang sangat jauh serta daya tembus yang jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan laras senapan yang beralur 8 ataupun yang beralur 9.

Bahkan senapan angin yang mempunyai alur 12 ini dapat menghasilkan putaran yang selalu stabil ketika memuntahkan peluru sehingga akan menghasilkan akurasi yang benar-benar bagus sekali dan daya tembus yang baik jika mengenai target sasaran tembak atau hewan.

selengkapnya di https://www.gsasportindonesia.co.id/product/senapan-angin-gejluk-marauder-black-army-magazine/

Untuk jarak jangkaunya yang memang lebih jauh tersebut disebabkan oleh gaya gesek yang di hasilkan oleh laras senapan beralur 12 jauh lebih kecil sehingga udara atau angin yang memiliki fungsi untuk mendorong peluru keluar dari laras senapan mampu uantuk mendorong peluru keluar dan akan melesat lebih cepat lagi sehingga untuk jarak jangkauannya pun secara otomatis akan lebih jauh lagi.

Read More

Mengenal Lebih Dekat Jenis Ikan Koi

Siapa yang tidak mengenal dengan jenis ikan hias yang satu ini. Ya,jenis ikan hias yang akan kami bahas adalah ikan koi,yang mana salah satu jenis ikan hias yang masih anggota dari keluarga dari jenis ikan mas atau ikan karper,ikan koi sendiri merupakan jenis ikan hias yang dihasilkan dari proses perkawinan silang dengan beragam jenis ikan dari bangsa ikan mas atau ikan karper.

Mengenal Lebih Dekat Jenis Ikan Koi

Dan pada kesempatan kali ini,mari sama-sama ini kita mencoba sedikit untuk mengulas soal potensi ikan koi dan juga cara budidaya ikan koi untuk menunjang perolehan keuntungan yang di rasa cukup menjanjikan dan berkembang secara optimal.

Baca Juga: Tips Sederhana Merawat Ikan Koi

Potensi bisnis khususnya dibidang ikan koi ini perlahan-lahan mulai terkuak,yang di mulai sejak awal tahun 70an,diawali dengan munculnya sebuah badan usaha pembiakan ikan koi yang saat itu masih jarang ditemui di pasaran lokal. 

Sejarah juga pernah mencatat bahwa ikan koi ini untuk pertama kali ada di Indonesia karena mendapatkan sebuah hadiah yang diperoleh presiden Soekarno dari negeri Cina pada tahun 60an. 

Karena tertarik dengan ikan yang mempunyai corak indah nan cantik serta unik ini, maka selang beberapa waktu,akhirnya presiden Soekarno memberikan ikan hadiah ini kepada salah satu petani ikan hias  di kawasan Batu Malang untuk di kembangbiakkan.

Alasan Berbisnis Koi

Alasan utama untuk menjalankan dan mengudara untuk berbisnis ikan koi yang pertama dapat dilihat dari sisi ekonomi atau juga biasa dari persoalan pendapatan. Yang mana  jenis ikan koi merupakan salah satu ikan hias yang sampai sekarang masih mempunyai nilai jual yang cukup tinggi dan merupakan ikan hias yang tergolong mahal untuk saat ini. 

Untuk ikan koi yang mempunyai corak indah, maka akan dibanderol dengan harga selangit,dan bahkan ada juga ikan koi yang mempunyai harga sekitar 20 juta rupiah.

Alasan kedua mengapa usaha ikan koi adalah dari faktor  pasar. Ya,faktor kedua ini cukup menentukan untuk usaha dibidang ikan koi,dan terbilang cukup mengesankan dan sangat bagus dalam jangka panjang, terlebih di negara Indonesia sendiri saat ini masih banyak sekali para pecinta ikan koi yang mempunyai jumlah permintaannya tidak pernah surut.

Berikut ini kami ulas tentang harga bibit ikan koi yang telah update pada bulan Maret 2020 

Ikan Koi Kohaku

Ikan koi jenis Kohaku adalah jenis ikan koi yang tertua jika dibandingkan dengan ikan koi jenis lainnya. Jenis Kohaku ini biasanya yang mana jenis ini mempunyai warna dasar putih dengan beragam corak dasar yang berwarna merah cerah yang terletak di atasnya. Sebagian besar,jenis kohaku ini memiliki pola dasar warna putih dengan corak warna merah menyala dan juga memiliki kualitas terbaik dikelasnya.

Untuk harga bibit ikan koi kohaku dengan kisaran ukuran 10-25 cm ini mencapai 50.000 hingga 180.000/ekor.

Ikan Koi Taisho Sanke

Jenis koi yang satu ini adalah jenis koi yang mempunyai warna dasar putih yang cukup solid dan juga jenis Ikan koi Taisho Sanke ini terlihat hampir mirip dengan jenis kohaku. Perbedaannya hanya terletak pada bagian pola dengan warna merah yang dikombinasikan dengan balutan warna hitam yang cukup pekat. Untuk harga bibit ikan koi Sanke ukuran 10-25 cm ini mencapai 60.000 hingga 175.000/ekor

Read More

Tips Agar Ikan Koi Menjadi Juara

Ketika anda mempunyai sebuah impian dapat memelihara ikan Koi dengan kualitas juara dengan mengikuti ajang sebuah kontes, maka setidaknya ada beberapa banyak hal yang mana harus benar-benar anda perhatikan terlebih dahulu,yang mana dlaam hal ini meliputi berbagai macam persiapan sebelum ikan koi terjun ke dunia kontes.

Tips Agar Ikan Koi Menjadi Juara

Persiapan ini juga  tidak bisa pada saat mau kontes saja, namun harus dilakukan jauh sebelum ajang kontes ini diadakan. Bahkan sesaat sudah dimulai dari awal ketika anda mulai memilih atau bisa juga ketika anda mau membeli koi bakalan atau indukan. Tidak semua bakalan koi ini bisa kita beli di pasaran kalau tujuannya nanti ikan koi kita menjadi bagus dan bisa bersaing dalam sebuah kontes.

Pada umumnya koi yang sering menjadi banyak perhatian dalam kontes adalah jenis Kohaku, Taisho Sanke, Showa Sanshoko.

Untuk diketahui saja bahwa jenis ikan koi ini tidak harus beli dari pedagang,anda bisa saja melakukan sebuah usaha budidaya ikan koi secara otodidak,maka setelah itu anda dapat melanjutkan untuk tahap seleksi ikan koi,yang mana nantinya ikan hasil seleksi ini akan dipelihara sampai besar dan nanti suatu saat bisa ikut dalam sebuah kontes.

Setelah anda membeli ikan koi baik dari pedagang maupun langsung dari petani maka setidaknya anda jangan lupa untuk terlebih dahulu mengkarantina ikan koi tersebut. Tahap karantina ini mempunyai tujuan untuk penyesuaian saja agar ikan koi yang masih baru ini dapat beradaptasi dengan tempat yang baru dan dapat pula untuk menjaga dari hal-hal buruk yang bisa saja kedepan nya akan menimpa iakn koi yang baru dibeli, bisa saja ikan stres, sakit bahkan bisa mati.

Setelah itu masuk ke tahap perawatan sehari hari. Perawat ini akan berlangsung sangat panjang dan berkelanjutan. Disini kita bisa mengetahui koi kita bisa ikut kontes atau tidak.

Bagaimana cara mengetahui koi kita layak ikut kontes atau kira-kira apa saja yang di nilai dalam kontes nanti. Mungkin setiap kontes mempunyai kriteria sendiri-sendiri menentukan pemenang, mungkin tidak sama percis dengan yang disebutkan disini. Tapi ini adalah sebagai gambaran awal ikan koi dapat ikut kontes atau tidak.

Mengetahui Koi bisa ikut kontes atau tidak

  1. Ukuran ikan koi merupakan suatu hal yang harus menjadi perhatian utama dalam sebuah kontes. Pastikan juga bahwa ukuran ikan koi yang baik adalah yang mempunyai postur tubuh ideal antara kepala, badan, ekor dan juga sirip. Diantara bagian tersebut maka hendaknya anda meneliti dahulu agar semua badan ikan koi terlihat simetris baik antara sisi kiri dengan sisi sebelah kanan,dan begitu juga kalau dilihat dengan ukuran pada bagian lain.
  2. Untuk ikan koi yang mempunyai ukuran relatif lebih besar,maka hal ini juga akan jauh lebih baik daripada ikan koi dengan ukuran kecil. Walau dari beberapa kategori lomba juga dapat dibedakan dengan ukuran antara koi besar dengan koi ukuran kecil, namun tetap saja disini akan jauh lebih baik ketika ikan koi dengan ukuran besar dan seimbang.
  3. Pola warna ini sebenarnya juga sangat mempengaruhi penilaian dalam kontes. Pola warna ikan koi yang dominan cukup terlihat unik,pastinya juga akan lebih banyak mendapatkan sebuah perhatian yang lebih,biasanya pola warna ini meliputi bagian warna yang secara umum dapat ditemukan oleh jenis koi pada umumnya. Namun,untuk pola warna yang cerah atau yang lebih lagi adalah ikan koi dengan warna gelap. Warna garis tepi tegas lebih baik dari samar. Tidak ada warna cacat pudar atau kotor pada area seluruh body baik itu kepala badan ekor.
Read More

Keistimewaan Masjid Agung Pekanbaru Riau

Masjid yang diberi nama “Senapelan” ini merupakan salah satu bangunan masjid yang mana sudah dibangun sekitar abad ke-18, atau sekitar tahun 1762 Masehi. Pada masa pembangunannya ini terjadi pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, lalu kemudian dilanjutkan pada kekuasaan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.

Keistimewaan Masjid Agung Pekanbaru Riau

Memang dalam pembangunan masjid ini juga membutuhkan rentang waktu yang cukup lama untuk membangun masjid ini. Karena pada saat itu, teknologi pembangunan serta minimnya akan insfrastruktur dan juga bahan bangunan yang dinilai belum semaju teknologi sekarang.

Pembangunan masjid ini tepatnya pada saat Kerajaan Siak masih di atas awan / atau pada puncak kejayaannya, di mana hal itu ketika sang raja Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah beserta putranya selalu menerapkan tiga untuk yang akan menyelamatkan kehidupan manusia, yaitu : Raja, Adat, dan Agama.

Raja di sini dimaksudkan sebagai pemimpin yang dapat di percaya atau amanah, tidak terlibat perilaku yang korup, dan tentunya sangat peduli terhadap rakyat miskin dan lain-lain.

Lalu Adat yang dimaksudkan di sini bahwa penyebaran agam Islam adalah dengan melalui berbagai macam cara,baik lewat kebudayaan masyarakat,ataupun lewat kisah-kisah Nabi Muhammad SAW,dan tentunya jika agama tanpa adanya peran budaya maka kedepannya tidak akan terlaksana, sedangkan jika budaya tanpa didasari dengan keyakinan ajaran islam yang kuat, maka yang terjadi adalah kesalahpahaman antara dua hal tersebut.

Ketiga aspek tersebut dipegang teguh oleh sang raja dimanapun beliau berada, dan jika sang raja telah membangun tempat kekuasaan di wilayah yang baru, maka ada 3 bangunan berupa Kerajaan, Balai Kerapatan, serta Masjid akan dibangun kembali sebagai simbol Raja, Adat serta Agama yang saling berkesinambungan satu sama lain.

Masjid Senapelan ini juga biasa disebut dengan “Masjid raaya Pekanbaru”, karena memang ibukota Kerajaan Siak sebelumnya dipindahkan dari wilayah di dekat Mempura Besar ke Bukit Senapelan (Kampung Bukit). Pemindahan tersebut terjadi pada masa Sultan Jalil Alamudin, kemudian Masjid Senapelan berubah namanya menjadi “Masjid Alam”.

Memang dalam perkembangannya, masjid ini sudah beberapa kali berganti nama, mulai dari “Masjid Alam”, kemudian berubah menjadi “Masjid Nur Alam”, dan sekarang menjadi “Masjid Senapelan Pekanbaru, atau Masjid Raya Pekanbaru”.

Konon menurut masyarakat setempat, di area masjid agung Pekanbaru  ini terdapat sumur yang dikeramatkan khusus nya bagi rakyat sekitar. Yang mana pada saat itu banyak sekali orang yang datang demi tujuan untuk memohon kesembuhan dari penyakitnya, membayar nadzar, ataupun niat yang lainnya.

Masjid yang beralamatkan lengkap di Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Riau ini telah setidaknya sempat beberapa kali mengalami Renovasi. dan juga pemugaran Yang mana terjadi pada tahun 1755 M, dalam renovasi yang dilakukan ini mengacu pada pusat pelebaran daya tampung khusus nya ruangan utama pada masjid. Lalu pada tahun 1810 M, pada masa pemerintahan Sultan Syarif Ali Jalil Syaifuddin, masjid ini kembali direnovasi dengan sedikit menambahkan fasilitas untuk tempat berteduh untuk para peziarah makam yang ada di sekitar areal masjid. Dilanjutkan lagi renovasi pada tahun 1940 M, ditambahkan sebuah pintu gerbang masjid yang menghadap ke arah timur.

Renovasi Keempat (2005-kini)

Berdasarkan terhadap pemikiran bahwa atap joglo yang ada pada masjid ini ternyata memiliki beberapa kelemahan yang cukup penting, yaitu seperti rangka penyangga yang di buat dengan sangat rumit sehingga bermanfaat agar tidak rawan ambruk dan keadaan di dalam joglo yang kotor dan terkesan tidak teratur maka Yayasan Masjid Agung Pekanbaru ingin sekali lagi untuk mencoba membangun kembali Masjid Agung Pekanbaru ini,maka tahapan Peletakan batu pertama pada tanggal 9 September 2005. Dalam tahap ini telah dibangun sebuah gedung baru yang di fungsikan sebagai Aula Baiturrahman yang cukup megah dan elegan, yang mana gedung itu berfungsi sebagai ruang shalat di waktu-waktu tertentu, pendidikan keagamaan, kegiatan administrasi takmir, dan lain-lain.

Renovasi total ini dilakukan karena masjid agung pekanbaru ini dinilai sudah tidak layak pakai, apalagi dari segi bangunannya dimana pondasi nya sudah banyak yang rusak ditelan waktu. Maka,untuk bagian renovasi yang paling terlihat adalah pada bagian arsitektur kubahnya, yang mana semula bergaya Kubah masjid yang bergaya Bawang,kini telah menjadi Kubah dengan gaya khas negara Timur Tengah yang mana pada saat ini sedang menjadi trend untuk pembangunan masjid di Indonesia. Kubah yang digunakan berjenis Kubah Beton yang mana jenis kubah ini sangat terkenal dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Selain digunakan untuk tempat beribadah oleh sebagaian besar masyarakat sekitar kota pekanbaru, masjid ini juga sudah menjadi tempat tujuan wisata religius dari dalam negeri maupun mancanegara. Termasuk didalamnya terdapat beberapa fasilitas pendidikan Madrasah, yang dibangun untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak di wilayah sekitar masjid.

Arsitektur masjid agung Pekanbaru ini mengacu pada gaya masjid modern,yang mana pada bagian utama dalam masjid ini tidak ditemukan sama sekali tiang penyanggah,yang mana dengan ini ruangan yang ada di dalam masjid akan tampak lebih luas dan terlihat elegan. Masjid Agung Pekanbaru ini juga merupakan masjid yang tergolong bercorak dengan gaya khas serta arsitektur yang sangat kental dengan budaya melayu, dan juga masjid ini dilengkapi dengan menara dengan tinggi 78 m.

Agar penyelenggaraan shalat ini berjalan dengan khitmat dan sesuai dengan tuntunan agama, maka di ruangan utama Masjid Agung Pekanbaru ini dibuat ditambahkan sebuah garis-garis shaf yang akan mengarahkan jamaah shalat dengan berbaris lurus menghadap kiblat. Lebar shaf yang sudah ditentukan ini mempunyai ukuran 100 cm. Ruangan Urama  ini terdiri atas dari dua tingkatan yaitu bagian lantai bawah dan juga bagian lantai atas. Hal ini untuk memberikan kesempatan pada pengunjung untuk beristirahat sejenak sebelum naik lagi menuju masjid.

Ruang shalat ditutup klinker terakota yang berwarna merah bata. Garis-garis shaf memakai bahan paving blocks yang dipola dengan warna kelabu sehingga terlihat kontras dengan merah batanya klinker terakota

Adanya selasar tertutup yaitu selasar yang beratap sebagai pembatas plaza salat dan penanda zona transisi atau semi suci sebelum masuk ke zona suci atau ruang utama masjid. Selasar tertutup ini dirancang sedemikian rupa dan merupakan elemen arsitektur yang cukup berarti dilihat dari segi fungsi maupun arsitektural masjid. Dipilih bahan beton bertulang untuk kolom maupun atap.

Ruang utama shalat dalam masjid agung Pekanbaru ini berupa pelataran halaman utama masjid yang karena pertimbangan topografis dan arsitektural letaknya lebih tinggi dari jalan masuk. Plaza shalat dibuat sebagai perluasan pada bagian utama ruang masjid yang mana ketika para jamaah sudah melebihi kapasitas atau pada saat dilaksanakan ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka.

Read More

Masjid Kotagede, Masjid Tertua Di Yogyakarta

Masjid Agung Kotagede merupakan salah bangunan  masjid yang tertua di Kota Yogyakarta. Bangunan ini merupakan salah satu masjid peninggalan Mataram yang mana samapi sekarang masih bisa dilihat dan juga masih bisa dipakai sebagaimana fungsinya .

Asal muasal kisah tentang Masjid agung kotaGede dalam kerjaan Mataram ini setidaknya terjadi ketika Ki Ageng Pemanahan membuka alas atau hutan Mentaok yang kala itu berada di Kotagede. Beliau berniat membangun sebuah pemukiman yang kelak berfungsi sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Maka,Masjid Agung Kotagede pun ini akhirnya didirikan dan selesai dibangun pada 1589 atau pada akhir abad ke-16.

Masjid Kotagede, Masjid Tertua Di Yogyakarta

Di kotagede Yogyakarta memang terdapat banyak sekali peninggalan bersejarah yang menyimpan segala macam data serta informasi pada masa kerajaan Mataram kuno. Masjid Agung Kotagede ini merupakan salah satu tempat paling bersejarah yang ada di kota Yogyakrta yang mana masjid ini dibangun pada zaman kerajaan Mataram pada tahun 1640 oleh Sultan Agung yang mana dahulunya belaiu ini bergotong-royong dengan masyarakat setempat yang pada umumnya waktu itu beragama Hindu dan Budha.

Baca Juga: Pesona Islami Masjid An’nur Kota Batu

Setapak kaki ketika anda melangkah memasuki halaman awal pada Masjid,maka anda akan mendapati sebuah pohon beringin yang usianya sudah ratusan tahun yang mempunyai nama Wringin Sepuh, Pohon beringin tersebut oleh masyarakat sekitar dianggap keramat dan diyakini membawa keberkahan tersendiri bagi siapa saja yang mau bertapa di bawah pohon tersebut.

Disekitar pohon tersebut juga terdapat sebuah kolong parit yang mengelilingi Masjid Kotagede itu. Parit tersebut dahulunya pernah dipakai untuk tempat berwudhu,namun akan tetapi sekarang ini hanya dipergunakan sebagai sarana usaha tambak ikan.

Masjid Kotagede Yogyakarta merupakan masjid yang sudah berusia ratusan tahun dan di dalam masjid ini juga memiliki sebuah prasasti yang mana pernah disebutkan bahwa Masjid tersebut dibuat dalam dua sesi tahap.

Tahap pertama adalah ketika masjid ini dibangun pada masa kerajaan Sultan Agung yang mana beliau secara spesifik berhasil membangun inti masjid yang dahulunya berukuran kecil yang disebut dengan langgar. Lalu lanjut ke Tahap kedua bahwa masjid ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta,Paku Buwono X. Namun,terdapat sebuah perbedaan pada bangunan masjid tersebut yang mana kala itu telah dibangun oleh Sultan Agung dan juga Paku Buwono X pada tiangnya. Tiang masjid yang dibangun Sultan Agung berasal dari kayu Jati, sedangkan tiang yang dibangun oleh Paku Buwono X dibuat dengan bahan dari besi.

Masjid KotaGede hingga sampai saat ini masih tetap dipakai untuk tempat beribadah umat Islam bagi warga setempat. Serta pada bangunan tersebut juga merupakan salah satu bentuk toleransi antar umat beragama pada waktu itu.

Maka,sebagian besar waktu itu warga sekitar area Masjid kotagede masih memeluk agama Hindu dan juga Budha dan dengan senang hati mereka pun ikut membantu dalam pembangunan masjid tersebut. Ciri khas budaya dalam ajaran Hindu dan Budha terlihat dari sebuah tiang yang terbuat dari bahan kayu jati yang mana kala itu dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung yaitu gapura masjid yang berbentuk Paduraksa.

Gapura yang berbentuk paduraksa ini merupakan sebuah gapura yang sangat Persis dengan gapura yang ada di bagian candi Prambanan,dan berada persis di depan gapura,maka anda pun akan menemukan sebuah tembok berbentuk huruf L. Pada tembok itu terpahat beberapa gambar yang merupakan lambang kerajaan. Bentuk paduraksa dan juga sebuah tembok besar dengan model huruf L itu adalah wujud toleransi Sultan Agung pada warga yang ikut membangun masjid yang masih memeluk agama Hindu dan Budha.

Bangunan masjid tersebut mempunyai bentuk seperti limasan yang mana dapat dilihat dari atapnya yang berbentuk limas dan juga ruangannya  terbagi menjadi dua, yaitu inti dan juga serambi. Masjid ini terdapat sebuah bedug yang konon bedug ini mempunyai usia cukup tua yang mana dahulu kala merupakan hadiah dari Nyai Pringgit dan sampai sekarang ini bedug tersebut masih bisa dipakai sebagai penanda waktu untuk berdoa.

Di dalam masjid agung kotagede ini juga terdapat sebuah mimbar yang mana mimbar tersebut sempat dipakai untuk berkhotbah oleh Sultan Agung,mimbar tersebut merupakan mimbar yang terbuat dari  bahan kayu jati yang telah di ukir yang mana semuanya ini merupakan hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung, namun akan tetapi mimbar ini sekarang sudah tidak dipergunakan lagi.

Setelah Memasuki halaman masjid, akan ditemui sebuah prasasti yang berwarna hijau. Prasasti yang mempunyai tinggi sekitar 3 meter itu merupakan pertanda bahwa Paku Buwono pernah merenovasi masjid ini. Bagian utama dari prasasti ini dominan berbentuk bujur sangkar dan pada bagian puncaknya terdapat sebuah mahkota lambang Kasunanan surakarta. Sebuah jam diletakkan di sisi selatan prasasti sebagai acuan waktu sholat.

Selanjutnya jika wisatawan berjalan ke halaman utama sebuah masjid maka anda akan dapat menjumpai adanya perbedaan tembok pada sebelah kiri halaman masjid. Tembok pada bagian sisi sebelah kiri akan terlihat tersusun rapi dari bahan batu bata merah yang mana mempunyai ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan warna merah tua dan semua itu terdapat di sebuah batu seperti marmer yang permukaanya ditulis aksara jawa.

Sedangkan bagian tembok yang lain memiliki batu-bata yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dan mempunyai warna merah muda dan sedikit polos. Ternyata usut punya usut bahwa bangunan tembok yang berada di sisi sebelah kiri ini dibangun ketika masa kerajaan dipimpin oleh Sultan Agung, sementara tembok yang lain merupakan hasil renovasi dari Paku Buwono X. Tembok yang dahulunya dibangun pada masa Sultan agung ini ternyata berperekat campuran antara airjernih dengan air aren yangmana kala itu dapat membatu bangunan sehingga lebih kuat dan kokoh.

Akses

Dari pasar kotagede Masjid ini tidak terlalu jauh. Untuk mencapai Masjid ini anda hanya perlu bersabar sejenak,hal ini dikarenakan ketika melewati depan pasar Kotagede, lalu lintas selalu ramai dan macet. Para wisatawan ini bisa saja langsung mengambil jalan sebelah barat pasar, dan setelah itu lurus mengikuti arah jalan ke Watu Gilang yakni  ke arah selatan sampai akhirnya menemukan sebuah papan kayu dengan nama Masjid Agung Kotagede dan juga makam Raja Mataram Kotagede.

Harga Tiket

Untuk mengunjungi Masjid Agung Kotagede ini sebenarnya tidak dipungut biaya sepeser pun,hal ini di karenakan bahwa Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat Islam, jadi kapanpun anda bisa menggunakan Masjid tersebut sewaktu waktu untuk keperluan beribadah. Anda pun mungkin akan dikenakan biaya sedikit untuk ongkos parkir kendaraan sebesar Rp.1.000,- berlaku untuk parkir motor dan Rp.2.000,- untuk parkir mobil.

Fasilitas

Tak hanya melihat keindahan dan juga merasakan sejarah Masjid Agung Kotagede ini saja,namun pengunjung juga dapat sekalian menyusuri sejarah tentang kerajaan Mataram lama yang mana semuanya itu terdapat tidak jauh dari tempat tersebut. Pasar Kotagede ini merupakan salah satu ikon yang menjadi tujuan kedua setelah dari Masjid Agung Kotagede dan berziarah ke Makam Raja Mataram.

Masjid yang usianya telah ratusan tahun itu hingga kini masih terlihat hidup. Warga setempat masih menggunakannya sebagai tempat melaksanakan kegiatan keagamaan. Bila datang saat waktu sholat, akan dilihat puluhan warga menunaikan ibadah. Di luar waktu sholat, banyak warga yang menggunakan masjid untuk tempat berkomunikasi, belajar Al Qur’an, dan lain-lain.

Read More

Kubah Masjid An’nur Kota Batu

Masjid Agung An-Nur ini merupakan sebuah bangunan masjid yang berada di kawasan wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Masjid batu ini merupakan masjid termegah dengan bangunan Kubah Masjid yang berdiri sangat megah,dan merupakan masjid terbesar yang ada di Kota Batu,yang mana masjid ini sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda ini dan juga pernah dipuji oleh para wisatawan karena fasilitas fasilitasnya yang dinilai sangat komplit,dan tentunya sangat ramah dengan para wisatawan – wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Batu. Masjid Agung An-Nur ini pertama kali didirikan pada tahun 1920 di atas tanah wakaf dan juga telah beberapa kali mengalami renovasi baik dalam skala kecil maupun skala besar.

.

Kubah Masjid An'nur Kota Batu

Beberapa fasilitas yang ada di masjid agung kota Batu ini mempunyai nilai yang begitu tinggi, yang mana fasilitas yang ada di masjid ini mendapat apresiasi dan juga respon yang sangat positif dari wisatawan diantaranya adalah Rest Area yang sengaja dibangun terpisah dari bangunan utama masjid sehingga mereka yang sedang beristirahat disana tidak mengganggu aktivitas peribadatan di ruangan utama masjid.

Masjid ini juga dilengkapi juga dengan fasilitas charge hp atau camera, dengan tambahan ruangan yang terdapat sebuah lemari kecil dengan slot laci lemari yang berukuran kecil berpintu cukup untuk meletakkan hape/atau kamera yang di charge dan kuncinya bisa dibawa kemana mana. ditambah lagi dengan fasilitas pemandian umum yang bersih dan nyaman. Asiknya lagi juga tersedia air hangat di pemandian di masjid ini.

.

Masjid Agung An-Nur Kota Batu ini berdiri di sebelah utara Alun Alun Kota Batu, dan terpisah sekitar 1.6 km dari kantor walikota Batu, maklum karena memang masjid dan alun alun kota Batu ini telah lebih dulu berdiri jauh sebelum kota batu diresmikan sebagai Daerah Otononom sebagai sebuah kota Mandiri.

Masjid agung kota Batu ini juga dilengkapi dengan salah satu bangunan menara yang menjulang tinggi dan berada di bagian sisi tenggara bangunan masjid dan sisi selatannya juga terdapat gedung perpustakaan masjid. Sederetan anak tangga di tempatkan di sisi depan masjid yang menghadap ke jalan Raya Kota Batu,yang berfungsi sebagai akses bagi jamaah yang hendak menuju ke ruang utama masjid.

Jejeran pilar pilar yang terbuat dari bahan beton dengan bentuk bundar ini menghiasi bagian luar masjid annur Batu,dan tentunya pilar-pilar tersebut mempunyai ukuran yang sangat besar dan tinggi,yang mana mendominasi pada bagian sisi tampilan yang tampak dari luar bangunan masjid ini.

Jejeran pilar seperti ini dikenali sebagai salah satu ciri bangunan-bangunan bergaya yang berada di kawasan benua Eropa. Ciri khas masjid Nusantara ini masih melekat ketika anda berkunjung ke masjid agung Kota Batu ini yang mana pada dasarnya berupa struktur atap yang berupa atap Joglo bersusun tiga.

Tiga buah tumpukan atap masjid ini juga tidak pernah dirancang sejajar satu dengan lainnya melainkan bersilangan satu dengan lainnya menghasilkan atap masjid yang mana masing-masing mempunyai denah seperti bintang delapan bila dilihat dari udara.

Bentuk atap tumpang bersilangan seperti ini dapat dijumpai di juga Masjid Said Naum Jakarta Pusat. Segi delapan ini sangat dikenali sebagai salah satu simbol dunia Islam baik lokal maupun secara Mancanegara, sekaligus juga sebagai sebuah simbol delapan arah mata angin yang mana mengisyaratkan bahwa ajaran Islam ini akan  menebarkan rahmat bagi seluruh alam dan semua umat manusia.

Kubah Masjid An'nur Kota Batu

Di puncak tertinggi atap Masjid ini juga dilengkapi dengan sebuah kubah bewarna hijau dengan selingan warna kuning cerah. Kubah sendiri merupakan salah satu ciri bangunan masjid yang dikenal secara universal pada sebuah bangunan Masjid.

Pilar pilar tinggi dan besar di masjid ini juga mengingatkan kita pada bentuk pilar di yang ada Masjid Agung Pati yang mana pilar-pilar masjid agung Pati ini dirancang oleh Prof. Muhammad Nu’man. Pilar pilar dengan bentuk nyaris serupa juga digunakan di Masjid The Foundation of Islamic Center of Thailand, Kedua Masjid yang disebut belakangan ini dibangun tidak jauh lebih dahulu sebelum Masjid Agung Kota Batu.

Sentuhan bangunan masjid bergaya Usmaniyah (Muslim Eropa / Turki) sangat terasa saat di dalam masjid dan memandang tembok masjid yang massif dan tinggi dengan jendela jendela kaca berukuran besar. Sebuah mimbar kayu berukir sangat indah ditempatkan di ruang mihrab yang juga dihias dengan seni kaligrafi dari ukiran kayu yang sangat khas. Akan sulit bagi anda untuk menemukan mimbar berukir seperti ini di masjid masjid di luar Indonesia.

Masjid Agung Kota Batu yang kini berdiri bukanlah bangunan masjid pertama di tempat tersebut. Kota Batu sudah memiliki Masjid Agung Sejak Abad ke 17, sebuah masjid berkubah besar tanpa menara memiliki kemiripan dengan masjid masjid di tanah melayu Sumatera.

Menyimak sebuah foto masa lalu masjid Agung Koita Batu ini mempunyai tingkat kemiripoan yang sangat mendekati dan sangat presisi dengan Masjid Azizi di Kota Langkat, lalu juga ditemukabn pada Masjid Raya Sulaimaniyah di Deli Serdang ataupun Masjid bisa juga bangunan masjid Al Osmani yang semuanya berada di Sumatera Utara. Hanya saja bangunan Masjid dari abad ke 17 tersebut sudah tak berbekas, berganti dengan Masjid megah yang kini berdiri sangat kokoh

Dalam pelaksanaannya, menara masjid agung Kota Batu ini dibangun tidak lagi di tempat semula, namun akan tetapi berada di sebelah utara. Lalu,kemudian untuk memperluas daya tampung jamaah yang semakin meningkat sejak peristiwa 1965, dibangun pula serambi bertingkat yang diperkirakan akan dapat menampung hingga 5000 jamaah. Proses pembangunan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 1971.

Lalu selang beberapa waktu mecuat wacana jika akan membangun kembali menara yang dahulunya sempat rusak. Keinginan tersebut baru dapat direalisasikan mulai tanggal 10 Agustus 1967 dengan pembentukan Biro Pembangunan Masjid Besar Kodya Kota Malang dengan ketuanya Walikota Malang pada masa itu.

Sebuah kejadian naas pernah mewarnai bangunan masjid agung kota Batu ini,yang mana  terkena musibah banjir bandang,yang mana Pada terjangan banjir ini yang terjadi pada tahun 1998 silam. Akibatnya masjid agung Kota Batu ini  mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dan juga menandakan bahwa bencana yang disebabkan ini akibat hujan deras yang terjadi selama 4 hari berturut-turut khusus nya di wilayah Kota Batu saja,banjir hebat tersebut telah merusak bagian utama masjid saja,dan  juga secara signifikan mempengaruhi pemikiran tentang kelayakan bangunan masjid pada waktu itu.

Akibat banjir tersebut,aktivitas masyarakat kota Batu pun mati total dan hal semacam ini juga membuat jalannya ke pemerintahan Kota Batu  terganggu dan terisolir hingga beberapa minggu. Apalagi kemudian, banjir juga menghancurkan rumah kediaman walikota Batu pada waktu itu.

Read More

Pembangunan Drainase yang juga berfungsi sebagai TPT

Musim hujan mulai melanda wilayah Kediri, salah satunya Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Tidak salah bila pembangunan saluran drainase menjadi sala satu prioritas musyawarah desa yang direalisasikan tahun ini.

Saluran yang terletak di Dusun Wonosari ini diakui Saifudin, Plt sekertaris desa Wonosari sbagai langkah untuk mengurangi resiko pengendara yang lewat di sepanjang jalan yang rawan dilalui aliran air berlebih ketika musim hujan. “ Ini kan dulunya tanah aja, jadi kalau nggak tertata rapi airnya tumpah. Apalagi setelah hujan deras,” ujarnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri. Ia juga menejlaskan bila kobangan yang wrawan berisi genangan air saat hujan tersebut akhirnya diusulkan warga setempat agar dibuat drainase sekaligus tanggul penahan tanah (TPT) dengan panjang 120.

Drainase ini terletak di dekat permukiman warga, sawah hingga lapangan olahraga milik desa, dimana juga terdapat lampu  penenrangan jalan disepanjang saluran drainase ini.

Simak nih Cara Memberi Makan Ikan Koi

Pembangunan drainase ini dilakukan oleh tim pelaksanaka kegiatan (TPK) bersamaan dengan warga setempat sebagai bentuk sistem padat karya, yang meamnfaatkan tenaga warga setempat agar lebih produtif dan menghasilkan sesuai kebutuhan warga itu sendiri. “Pembangunan ini menggunakan dana desa (DD) sejak bulan Mei hingga Juni,” beber laki-laki 49 tahun ini. Dalam pelaksanan pembangunan tidak dijumpai kendala yang menghambat kegiatan, justru warga semangat dan merespon dengan baik agar kegiatan berjalan lancar dan tidak molor.

 Saifudin mengakui bila respon warga sangat mendukung karena sudah terealisasi hasil dari musdes. Warga bisa mulai memanfaatkan dan menikmati sarana dan prasarana desa untuk aktifitas sehari-hari. Selain itu, adanya darinase ini mencegah melubernya air di jalan yang dilalui warga untuk transportasi, dari sisi keindahan kawasan ini tdak mudah becek lagi saat musim hujan melainkan lebih rapi dan bersih. “Dari sisi TPT nya juga mengurangi resiko longsor jalan ke permukaan lebih rendah,” pungkasnya seraya tersenyum. (rie)

Read More

Pavingisasi untuk Permudah Akses Dusun

Akses jalan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari  warga untuk trasportasi, seperti wara Desa Karangrejo Kecamatan Kandat kabupaten Kediri. Memprioritaskan akses jalan agar lebih baik dan layak dilewati dengan pavingisasi. “Proyek pavingisasi ini adalah proyek bertahap sejak 2017, dan bulan ini dilanjutkan lagi,” ujar Heri Sujoko saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Proyek ini dilaksanakan setelah paving datang sesuai pesanana untuk tiga dusun. Pavingisasi ini merupakan hasil dari musyawarah desa yang disepakati warga, serta direalisasikan berdasarkan skala prioritas. Heri juga menegaskan bila pavingisasi ini dilaksanakan di tiga dusun, Dusun Tulungrejo, Karangrejo, dan Sentul.

Baca juga nih Cara Memberi Makan Ikan Koi

Pavingisasi ini dibangun dengan dikordinir oleh tim pelaksana kegiatan (TPK), yang menggunakan sistem padat karya. Dimana secara garis besar tenaga yang digunakan adalah tenaga warga setempat. Pavingisasi ini masih tahap proses di tiga dusun tersebut, untuk mempermudah akses utama setiap dusu serta akses menuju ke pertanian, masjid dan lapangan. “Sebelumnya ini masih tanah, bila musim hujan mudah becek dan licin. Makanya dipaving,” papar Heri.  Ia menjelaskan bila menggunakan paving karena meminimalisasi kerusakan seperti yang terjadi pada jalan aspal. Sehingga bila paving mengalami kerusakan, bijian paving bisa dicopot dan digantu dengan yang baru.

Setelah proses pavingisasi, respon warga  positif dan tidak lagi mengalami kesulitan saat mengakses ke sarana dan prasarana desa. Dalam proses pavingisasi tidak dijumpai banyak kendala, ibu-ibu terkadang ikut serta membuat makanan ringan atau kopi untuk pekerja pavingisasi. (rie)

Read More

Potensi Desa melalui UMKM Pangan Opak Gambir

Pertama memasuki ruangan masak opak gambir sebesar 4x 4 ini sudah bisa disimpulkan sedang berada di dapur pembuatan jajan. Aromanya yang harum khas kue dan berpadu dengan aroma rempah jahe, serta sangit yang berasal dari kompor memasaknya. Sudah mengidentikan kita berada di dapur. Ya, dapur milik Abdul Zaini ini adalah dapur kusus pembuatan opak gambir atau yang dikenal dengan opak jepit.

“Sudah lama usaha ini, sejak 1991 sampai sekarang. Dan cara pembuatannya masih sama. Manual tanpa mesin,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Kediri di dapurnya yang terletak di Dusun Bringin Desa Wonosari, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

 Zaini juga menjelaskan bila produknya ini mampu bertahan karena merupakan selera segala usia dan tergolong camilan ringan. Kini ia memiliki 3 karyawan warga setempat yang memiliki cara yang sama dalam memasak Zaini, yaitu dengan mengangkat langsung adonan opak gambir yang masih panas untuk digulung langsung dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Ia mengakui produksi opak gambir hingga saat ini karena itulah yang membuatnya berkembang hingga saat ini, disisi lain ia juga mampu membuatnya dari pembuatan adonan hingga matang dan dijual dipasaran hingga dipamerkan melalui pameran-pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mau pelihara ikan koi? Baca ini dulu Cara Memberi Makan Ikan Koi

Sepintas memang terlihat mudah, namun Zain mengungkapkan bila awalnya dulu juga tidak bis secepat dan selincah saat ini dalam menggulung opak gambir langsung dari Teflon cetakan. Zain melakukan produksi setiap hari sejak pagi  hingga pukul 2 siang bersama 3 karyawannya dari pembuatan adonan hingga pengemasan adonan setelah matang.

Sayangnya, ia belum memasarkan produknya secara online untuk memperluas jaringan pemasarannya. “Karena tenaganya masih terbatas, agak sulit bila menerima pesanan dalam jumlah besar dan mendadak,” terangnya. Tapi tidak menutup kemungkinan ia tetap menerima pesanan secara online, yang nantinya akan dibantu oleh anaknya dalam melakukan jual beli secara online. Produknya ini dikemas dalam plastic bening serta berlabel namanya

Read More

Wow Mantap nih Memanfaatkan Hasil Pelatihan Untuk Berkarya

Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri memiliki salah satu produk olahan makanan yang berbahan dasar Labu Madu. Ya, makanan olahan tersebut adalah lapis legit yang diproduksi langsung oleh salah satu warga Desa Titik. Rinawati, perempuan inilah yang mengawali usaha olahan makanan ini di Desanya.

Bukan tanpa sebab Rina mendirikan usaha dibidang pangan didesanya, ia mengaku bila ia pernah mendapatkan pelatihan pembuatan kue oleh dinas terkait pemerintah Kabupaten Kediri. “4 tahun yang lalu, setelah ikut pelatihan. Saya langsung coba buat sendiri,” terang Rina pada Jawa Pos Radar Kediri. Ia juga menjelaskan bila ia mengarah ke kue lapis legit karna ia pernah tinggal di Palembang. “Dari pelatihan, saya coba ke kue lapis legit. Yang kebetulan pernah saya buat di Palembang,” terang wanita 2 anak ini. Juga ia jelaskan bila ia tidak ingin pelatihan yang pernah ia ikuti terbuang sia-sia.

Punya Ikan Koi? nih Cara Memberi Makan Ikan Koi

Bagi wanita 37 tahun ini, membuat kue lapis legit merupakan hal yang termasuk sulit. “Lihat saya ada berapa lapis dalam satu potongnya. Membuat laipsan-lapisan itu yang butuh kesabaran,” terangnya sambuil tersenyum. Juga ia jelaskan bila dalam pembuatan lapis legit ia dibantu oleh 2 orang warga Desa Titik lainnnya

“Karna kami masih menjual berdasarkan pesanan, jadi produksi tidak setiap hari,” ujarnya. Juga ia jelaskan bila pesanan lapis legit hanya dalam jumlah sedikit, maka ia kerjakan sendiri. Namun bila pesanan dalam jumlah besar, ia memanggil kedua karyawannya. Perempuan yang aktif dalam kegiatan PKK ini juga menjelaskan bila lapis legit buatannya berbeda dengan produk lainnya. “Kami menggunakan labu madu ya, jadi nggak semua pakai tepung,” imbuhnya.

Pemasaran produknya sendiri, Rina mengaku dari mulut kemulut hingga online melalui jejaring sosial Facebook. “Kami juga ada yang dititipkan di pusat oleh-oleh Kawasan Patimura Kediri,” paparnya.

Membuat produk lokal yang mampu bertahan ssampai 2 minggu ini bagi Rinawati juga dijumpai kendala. “Permintaan pasar banyak, namun kendala di waktu. Karna anak-anak masih kecil-kecil,” imbuhnya. Ia juga menjelaskan ada proses sendiri yang tidak bisa ia serahkan sepenuhnya kepada karyawannya. (c2)

Read More